Reasuransi: Perlindungan Asuransi untuk Perusahaan Asuransi

Mungkin Anda juga pernah mendengar tentang istilah reasuransi pada sebuah perlindungan asuransi yang ditawarkan oleh berbagai macam produk. Pada dasarnya, reasuransi adalah sebuah beban resiko yang nilainya melebihi dari kapasitasnya sehingga harus disalurkan kembali baik sebagian maupun secara keseluruhan kepada perusahaan lain.

Perlindungan Asuransi Melalui Reasuransi

Bisa dikatakan bahwa reasuransi juga merupakan bagian dari perlindungan asuransi jiwa mencakup resiko. Pada kenyataan di lapangan, reasuransi sering melemparkan kembali sebagian dari jumlah resiko kepada perusahaan reasuransi yang lain dan cara ini disebut dengan retrosesi. Seperti yang sudah ditetapkan oleh pemerintah bahwa setiap perusahaan reasuransi yang ada di Indonesia tidak boleh menahan jumlah resiko yang melebihi 10% dari modal yang dimiliki.

Terdapat beberapa fungsi dari reasuransi seperti untuk meningkatkan kapasitas akseptasi perusahaan asuransi, untuk mendukung tingkat stabilisasi keuangan yang ada pada perusahaan asuransi, dan menciptakan kepercayaan diri pada setiap perusahaan asuransi. Dalam bekerja, perusahaan reasuransi juga bisa memberikan berbagai macam pelayanan termasuk juga dalam perlindungan asuransi kesehatan, namun ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan dalam reasuransi di antarannya:

  • Pihak tertanggung tidak mempunyai hak apapun kepada pihak asuransi
  • Jika pihak reasuransi tidak sanggup dan tidak mau membayar sebuah klaim yang dianggap valid, maka tanggung jawab akan dialihkan pada ceding company yang harus bertanggung jawab pada pihak tertanggung.
  • Apabila sebuah ceding company mengalami kebangkrutan, pihak reasuransi tetap bertanggung jawab pada pihak ceding company sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Perusahaan reasuransi tidak akan bertanggung jawab atas segala kesalahan yang dilakukan oleh pihak tertanggung.
Perlindungan asuransi melalui Reasuransi - Fotolia

Perlindungan asuransi melalui Reasuransi – Fotolia

Metode Perlindungan Asuransi melalui Reasuransi

Sebagai bentuk perlindungan konsumen asuransi, ada beberapa metode untuk penempatan reasuransi diantarannya:

Treaty

Treaty merupakan sebuah penempatan reasuransi yang dilakukan dengan suatu perjanjian yang dibuat oleh ceding company dan juga reasuransi dengan suatu syarat dan juga kondisi yang sudah disepakati bersama sebelumnya. Di dalam hal ini, ceding company diwajibkan untuk menerima seluruh resiko yang tertera dalam perjanjian yang sudah disepakati bersama sebelumnya.

Fakultatif

Dalam metode ini, ceding company memiliki kebebasan untuk mengasuransikan biaya pertanggungan yang ditutupi olehnya dan perusahaan reasuransi juga dibebaskan untuk menerima atau menolak sebuah objek reasuransi tersebut. Dalam pelaksanannya, metode ini memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang cukup tinggi dibanding metode sebelumnya atau treaty.

Metode fakultatif juga sering digunakan karena berbagai macam alasan seperti metode treaty sudah memiliki kapasitas yang penuh, selain itu metode treaty tidak menyangkutkan adanya resiko, dan ceding company harus bisa menututpi resiko yang tidak bisa diatasi. Oleh karena itu, resiko yang akan direasuransikan dari ceding company bisa ditawarkan secara individu yaitu menurut sistem resiko per resiko kepada perusahaan asuransi.

Fakultatif Obligatory

Dalam sistem ini, ceding company tidak memiliki keharusan untuk mereasuransikan resiko. Bila memang sebuah keputusan sudah dibuat untuk mereasuransikan resiko, maka perusahaan reasuransi yang dinaungi oleh perlindungan hukum bagi pihak-pihak dalam kegiatan asuransi diwajibkan untuk menerima sebagian resiko yang direasuransikan dan sudah tertulis dalam perjanjian yang sudah dibuat sebelumnya.

Pool

Pool meripakan sutau bentuk kesepakatan yang dibuat oleh beberapa perusahaan asuransi dalam menempatkan berbagai jenis asuransi tertentu kepada perusahaan yang sudah ditetapkan berdasarkan keputusan bersama sebagai pusat yang akan dikembalikan kepada tiap-tiap pihak. Metode ini bisa digunakan untuk jenis resiko yang besar sekalipun.

Semoga berbagai macam aspek dan juga metode dari perlindungan asuransi dalam bentuk reasuransi ini bisa memberikan Anda informasi lebih jelas tentang pengertian dari reasuransi.

Info Asuransi:

tanggung jawab perusahaan reasuransi - Apakah asuransj harus mengasuransikan uangnya ke Reasuransi - apakah perusahaan asuransi harus memiliki perusahaan reasuransi? - asuran adalah perusahaan perlindungan - bentuk reasuransi - bentuk reasuransi yang sering digunakan - jika asuransi mengalami bangkrut maka tanggungjawab di alihkan kepada siapa - mengapa perusahaan perlu mengasuransi kepada perusahaan asuransi - re asuransi prudential -
Content Protection by DMCA.com